Menghargai Proses Bukan Hasil
Hargailah
proses dan usaha, bagaimanapun hasilnya, untuk dapat meraih keberhasilan yang
hakiki. Karena orang yang pandai bersyukur adalah orang yang pandai
berterimakasih, dan orang yang pandai berterimakasih adalah orang yang pandai
menghargai dan orang tidak akan dapat menghargai apapun bila ia tidak mampu
memahami, menyadari, dan menghargai proses serta usaha.
Karakter
utama orang shaleh adalah menggunakan akal pikiran untuk memahami proses segala
ciptaan Allah di semesta alam ( Ulul Albab), sehingga segala ucapan, sikap dan
komentarnya selalu positif, menyejukkan, memotivasi, membersitkan inspirasi,
dan penuh kearifan. Maka refleksi spontan imani Ulul albab berupa komentar “Rabbana
ma khalaqta hadza bathilan” ( Ya Tuhan kami, tidaklah apapun yang Engkau
ciptakan ini sia-sia, Maha Suci Engkau..QS. Ali Imran : 191) pun adalah bentuk
apresiasi dan penghargaan terhadap proses dan sumber kebaikan, apapun hasil
takdir-Nya.
Satu
model sosok wanita yang pandai menghargai pencapaian suami sebagai bagian dari
manajemen keberhasilan, bagaimanapun kondisinya saat itu, adalah Ummul Mukminin
Khadijah. Disaat-saat rasulullah merasa sangat cemas, kesepian, ketakutan, dan
merasa ditinggalkan, Khadijah justru mengungkit sisi-sisi kebaikan social dan
pencapaian moral Nabi saw yang begitu tinggi sehingga mampu membangkitkan
kembali motivasi Nabi saw.
Demikian
pula model suami yang pandai menghargai istri adalah Rasulullah saw di mana
beliau tidak pernah mencela makanan maupun masakan sebagai penghargaan terhadap
proses usaha dan sumbernya yang Maha Pemberi.
Beliau
juga tidak mencela kondisi fisik istrinya, Aisyah, yang tidak langsing lagi
sebagai penghargaan beliau terhadap usaha dan pengorbanan aisyah untuk tetap
setia menghibur dan mendampingi nabi saw, sehingga beliau cukup menyiratkan
pentingnya pemeliharaan tubuh melalui olahraga lari bersama Aisyah di suatu
hari.
Di
saat para sahabat merasa gagal mempertahankan kualitas iman dan spiritual, Nabi
saw memberikan penghargaan tethadap adanya kesadaran untuk merawat
spiritualitas. Beliau lantas memberikan motivasi bahwa kondisi keimanan
seseorang memang fluktuatif sehingga dapat naik dan dapat turun, naiknya dengan
ketaatan dan turunnya dengan ketidakpatuhan.
Namun
sebaliknya di saat para sahabat merasa terlalu yakin dengan pencapaian dan
prestasi amalnya, beliau ingatkan bahwa keberhasilan pencapaian surge tidak
tditentukan oleh amal, melainkan murni karena rahmat Allah semata termasuk
nasib beliau. Hal ini dimaksudkan Nabi SAW agar para sahabat tidak berhenti
beramal sehingga Allah meridhai dan merahmati mereka.
Kkata-kata
bijak dan prinsip-prinsip kearifan yang menumbuhkan motivasi dan memicu
inspirasi sangat diperlukan dalam seni manajemen keberhasilan dan kegagalan
bagi diri dan orang lain. Kung-fu-tze pernah ditanya tentang apa yang akan
dilakukan jika ia menjadi kaesar Cina. Tanpa ragu-ragu ia menjawab, “Aku akan
mendidik rakyatku dengan kata-kata yang penuh inspirasi, semoga dengan
menggunakan kata-kata itu mereka akan menjadi generasi bangsa yang gagah
perkasa”.
Keberhasilan
memang perlu disongsong, dibangun dan dijaga sebagaimana kegagalan perlu
diantisipasi, dihindari dan dilawan. Don Gabor dalam Big Things Happen (1997)
memberikan 7 daftar pemeriksaan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membangun
sukses yaitu :
1.
Tetap berusaha dan
bekerja untuk membuat kemampuan anda lebih menonjol dari sebelumnya.
2.
Gunakan bakat anda
dalam banyak cara sedapat mungkin.
3.
Beri diri anda kesan
dan citra positif untuk mencapai tujuan.
4.
Cari manfaat dan hikmah
dari keberhasilan anda.
5.
Periksalah arsip
rencana dan program yang belum diselesaikan atau impian yang belum kesampaian.
6.
Masukkan sebanyak
mungkin pengetahuan dari keberhasilan dan kegagalan anda sebisa anda.
7.
Dapatkan orang-orang
yang bisa anda ajak berbagi pengalaman dan pengetahuan anda.
Di atas semua itu,
ingatlah bahwa orang tidak akan dapat menhargai setiap pencapaian, prestasi dan
hasil diri sendiri maupun orang lain manakala ia tidak menyadari dan menghargai
setiap proses dan usaha, seraya mengingat Allah sebagai sumber segala karunia.
Wallahu A’lam..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar