Rabu, 18 Desember 2013

9 KARAKTERISTIK WANITA IMPIAN

 9 KARAKTERISTIK WANITA IMPIAN

1.  Wanita yang Mandiri

Tak ada seorang pria pun yang ingin menjadi baby sitter untuk pacarnya. Pria lebih suka wanita yang mandiri bahkan bisa bekerja dan memenuhi kebutuhan hidupnya dengan usahanya sendiri. Ia justru akan meminjamkan bahunya ketika sang pria membutuhkan. Namun walau semandiri apapun, pria juga selalu ingin merasa dibutuhkan.
Boleh saja bergantung pada pria tapi jangan keterlaluan. Sesekali Anda boleh kok manja dan minta tolong tapi jika terlalu bergantung bisa-bisa dia kabur. Selain itu, seorang wanita yang mandiri biasanya amat sangat bisa diandalkan. Ia bisa mengatur sendiri hidupnya dengan baik dari sisi finansial ataupun emosional. Ia pun bisa menikmati waktu jauh dari Anda walaupun rasa rindu itu tak bisa tertahankan.
2.   Wanita yang Cerdas

Seorang wanita yang cerdas punya berbagai cara agar membuat pria tidak merasa bosan ketika berada di dekatnya. Ia akan selalu memberikan kejutan kecil yang mungkin tak pernah Anda duga. Seorang wanita yang cerdas tentunya juga memiliki wawasan yang luas di luar masalah kecantikan dan model baju terbaru. Para pria tentunya akan sangat senang jika memiliki lawan bicara yang bisa merespon dengan baik topik yang dibicarakan.

3..   Wanita yang Cantik
Mungkin ini adalah hal yang biasa, tapi juga penting. Layaknya istri, pacar yang hebat juga pastinya ingin selalu terlihat cantik di mata kekasihnya. Bukan hanya untuk Anda setidaknya untuk dirinya sendiri. Ia selalu berusaha untuk tampil sebaik mungkin. Ingat, cantik bukan berarti ia harus berdandan bak model dunia. Yang penting bersih, serasi dan sesuai dengan kondisi.
4.   Wanita yang Menghormati Kekasihnyai

Ini hal yang penting. Pria senang punya pacar yang menghormati dan menghargainya sebagai lelaki. Intinya, dia adalah wanita yang selalu mendengarkan Anda walaupun ia tak selalu setuju dengan pendapat dan pemikiran Anda. Dan tentunya ia juga tak pernah lelah berada disisi Anda ketika saling membutuhkan. Pacar yang baik tak akan melecehkan atau membuat Anda malu di depan teman-teman ataupun keluarga dan selalu membicarakan masalah pribadi hanya untuk kalian berdua saja.
5.   Wanita yang Menghargai Kepribadian Kekasihnya
Secara tak sadar kadang sifat pria berubah sesuai dengan keinginan kekasihnya. Sifat-sifat dan kebiasaan ala lelaki menjadi berkurang atau hilang sama sekali karena perintah sang pacar. Nah, kekasih semacam ini biasanya akan dihindari pria. Walau cinta mati pada kekasihnya, seorang lelaki tetap merasa perlu waktu untuk berkumpul dengan teman-teman lelakinya.
Pria dan Wanita punya kebiasaan masing-masing yang sangat berbeda. Hargai perbedaan masing-masing dan berikan waktu untuk kehidupan lain di luar kisah asmara Anda.Kekasih yang dengan penuh pengertian memberika waktu bahkan mendukung jika kekasihnya hang-out bersama teman-temannya justru membuat pria makin tergila-gila.
6.   Wanita Bisa Mengontrol Emosi

Pada dasarnya semua wanita cenderung menjadi tukang ngomel. Pacar yang baik tahu kapan waktunya untuk menahan amarah dan kapan waktu yang tepat untuk mengeluarkannya. Beberapa perilaku pria kerap membuat wanita terganggu, hal ini lah yang kerap menyebabkan perselisihan. Pada kesalahan-kesalahan kecil usahakan untuk bicarakan secara baik-baik, tak perlu tensi tinggi. Pria akan lebih mudah mendengarkan wanita dalam nada yang lembut.
7.   Wanita Cepat Akrab Dengan Teman dan Keluarga Kekasihnya

Pacar yang hebat tak sekadar mau membantu ibu Anda di dapur, mendengarkan cerita ayah Anda dan hang out bersama teman-teman Anda. Ia melakukan hal tersebut bukan hanya untuk menyenangkan kekasihnya, tapi benar-benar menikmati kegiatan tersebut dan melakukannya dengan sepenuh hati. Pacar yang baik sangat menghargai orang-orang yang dianggap penting oleh kekasihnya.
Dia juga tak akan meminta pria pujaan hatinya untuk menjauhi teman-teman dekatnya. Ketika teman si pria sedang patah hati, pacar yang baik akan menyarankan kekasihnya untuk mengajak sahabatnya pergi bersenang-senang. Bukti bahwa kekasih Anda demikian adalah, teman-teman Anda tak akan bersikap negatif atau terkesan berat hati jika pacar Anda akan hang-out bersama mereka.
8.   Wanita yang Mencintai Sepenuh Hati
Jika Anda menemukan wanita yang mencintai Anda dengan sungguh-sungguh, apa adanya dan tanpa rekayasa sebaiknya jangan sia-siakan dia. Wanita yang tidak berusaha mengubah kekasihnya sangat sulit untuk ditemukan. Tentu saja setiap orang punya kebiasaan yang menjengkelkan tapi, jika ia mencintai Anda sepenuh hati, ia pasti akan berusaha memakluminya. Cara lain untuk mengetahui ia sangat mencintai Anda adalah coba perhatikan cara ia memandang dan memperlakukan Anda. Jika Anda tak merasakan getaran-getaran cinta sebaiknya jangan dipaksakan. Jika ia mencintai Anda, sedikit hal sepele bisa jadi penting untuknya.
9.   Wanita Menjadikan Anda Pria yang Lebih Baik

Pada dasarnya setiap pria yang memiliki kekasih atau istri yang hebat akan berkata pasangannya lah yang membuatnya ingin menjadi orang yang lebih baik. Tak perlu kata-kata atau tindakan untuk membuat si pria merasa demikian. Hal tersebut terjadi begitu saja tanpa disadari.
Secara otomatis sang pria akan berusaha memperbaiki hidupnya, lebih perhatian pada adik perempuannya, berusaha mengatur hidupnya lebih baik, dan melakuka berbagai hal untuk membuat dirinya lebih baik. Secara tak sadar si pria kadang-kadang juga tak menyadari apa motivasinya melakukan itu semua. Well, itu semua pastinya karena cinta!

WANITA SHOLEHAH

Ciri-Ciri Wanita Sholehah Idaman Pria


Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah Subhaanahu wata’ala yang mulia. Karakteristik wanita berbeda dari laki-laki dalam beberapa hukum misalnya aurat wanita berbeda dari aurat laki-laki. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam islam. Islam sangat menjaga harkat, martabat seorang wanita. Wanita yang mulia dalam islam adalah wanita muslimah yang sholihah.

Ciri-ciri Wanita Solehah (Wanita Idaman)
Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah Subhaanahu wata’ala yang mulia. Karakteristik wanita berbeda dari laki-laki dalam beberapa hukum misalnya aurat wanita berbeda dari aurat laki-laki. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam islam. Islam sangat menjaga harkat, martabat seorang wanita. Wanita yang mulia dalam islam adalah wanita muslimah yang sholihah.

Wanita muslimah tidak cukup hanya dengan muslimah saja, tetapi haruslah wanita muslimah yang sholihah karena banyak wanita muslimah yang tidak sholihah. Allah Subhaanahu wata’ala sangat memuji wanita muslimah, mu’minah yang sabar dan khusyu’. Bahkan Allah Subhaanahu wata’ala mensifati mereka sebagai para pemelihara yang taat. Allah Subhaanahu wata’ala berfirman:

Artinya: “Maka wanita yang sholihah adalah yang taat, lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah menjaga mereka.” (QS. An Nisa’:34)

Wanita shalihah adalah idaman setiap orang. Harta yang paling berharga, sebaik-baik perhiasan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: ”Dunia seluruhnya adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang sholihah.”

Alangkah indahnya jika setiap muslimah menjadi wanita yang sholihah, idaman setiap suami. Oleh karenanya seyogyanya setiap wanita bersegera untuk memperbaiki diri dan akhlaqnya agar menjadi wanita yang sholihah. Oleh karena itu kita harus mengetahui sifat dan ciri-ciri wanita sholehah, di antaranya:

1. Pertama
Wanita muslimah adalah wanita yang beriman bahwa Allah Subhaanajilbabhu wata’ala adalah Rabbnya, dan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah nabi-Nya, serta islam pedoman hidupnya. Dampak itu semua nampak jelas dalam perkataan, perbuatan, dan amalannya. Dia akan menjauhi apa-apa yang menyebabkan murka Allah, takut dengan siksa-Nya yang teramat pedih, dan tidak menyimpang dari aturan-Nya.

2. Kedua
Wanita muslimah selalu menjaga sholat lima waktu dengan wudlu’nya, khusyu’ dalam menunaikannya, dan mendirikan sholat tepat pada waktunya, sehingga tidak ada sesuatupun yang menyibukkannya dari sholat itu. Tidak ada sesuatupun yang melalaikan dari beribadah kepada Allah Subhaanahu wata’ala sehingga nampak jelas padanya buah sholat itu. Sebab sholat itu mecegah perbuatan keji dan munkar serta benteng dari perbuatan maksiat.

3. Ketiga
Wanita muslimah adalah yang menjaga jilbabnya dengan rasa senang hati. Sehingga dia tidak keluar kecuali dalam keadaan berjilbab rapi, mencari perlindungan Allah dan bersyukur kepadaNya atas kehormatan yang diberikan dengan adanya hukum jilbab ini, dimana Allah Subhaanahu wata’ala menginginkan kesucian baginya dengan jilbab tersebut. Allah berfirman:

Artinya: “Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab:59)

4. Keempat
Wanita muslimah selalu menjaga ketaatan kepada suaminya, seiya sekata, sayang kepadanya, mengajaknya kepada kebaikan, menasihatinya, memelihara kesejahteraannya, tidak mengeraskan suara dan perkataan kepadanya, serta tidak menyakiti hatinya.

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إذا صلحت المرأة خمسها وصامت شهرها وأطاعت زوجهادخلت جنّة ربّها (رواه أحمد وطبراني)

5. Kelima
Wanita muslimah adalah wanita yang mendidik anak-anaknya untuk taat kepada Allah Subhaanahu wata’ala, mengajarkan kepada mereka aqidah yang benar, menanamkan ke dalam hati mereka perasaan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya menjauhkan mereka dari segala jenis kemaksiatan dan perilaku tercela.

Allah berfirman, artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim:6)

6. Keenam
Wanita muslimah tidak berkhalwat (berduaan) dengan laki-laki bukan mahramnya.

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: “Tidaklah seorang wanita itu berkhalwat dengan seorang laki-laki, kecuali setan menjadi pihak ketiganya” (Riwayat Ahmad)

Dia dilarang bepergian jauh kecuali dengan mahramnya, sebagaimana pula dia tidak boleh menghadiri pasar-pasar dan tempat-tempat umum kecuali karena mendesak. Itupun harus berjilbab. Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Artinya: “Seorang wanita dilarang mengadakan suatu perjalanan sejarak sehari semalam keculai disertai mahramnya” (Mutafaq Alaih)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: “Diizinkan bagi kalian keluar rumah untuk keperluan kalian (wanita)” (Mutafaq Alaih)

7. Ketujuh
Wanita muslimah adalah wanita yang tidak menyerupai laki-laki dalam hal-hal khusus yang menjadi ciri-ciri mereka.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: “Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita-wanita yang menyerupai laki-laki”

Juga tidak menyerupai wanita-wanita kafir dalam hal-hal yang menjadi ciri khusus mereka, baik berupa pakaian, maupun gerak-gerik dan tingkah laku. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من تشبه بقوم فهو متهم(رواه أحمد، أبودٰود وغيره)

8. Kelapan
Wanita muslimah selalu menyeru ke jalan Allah di kalangan wanita dengan kata-kata yang baik, baik berkunjung kepadanya, berhubungan telepon dengan saudara-saudaranya, maupun dengan sms. Di samping itu, dia mengamalkan apa yang dikatakannya serta berusaha untuk menyelamatkan diri dan keluarganya dari siksa Allah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

9. Kesembilan
Wanita muslimah selalu menjaga hatinya dari syubhat maupun syahwat. Memelihara matanya dari memandang yang haram. Allah Subhaanahu wata’ala berfirman:

Artinya : “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nur: 31)

Menjaga farjinya, memelihara telinganya dari mendengarkan nyanyian dan perbuatan dosa. Memelihara semua anggota tubuhnya dari penyelewengan. Ketahuilah yang demikian itu adalah takwa. Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

10. Kesepuluh
Wanita muslimah selalu menjaga waktunya agar tidak terbuang sia-sia,baik siang hari atau malamnya. Maka dia menjauhkan diri dari ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba), mencaci dan hal lain yang tidak berguna.


Artinya: “Janganlah kalian saling dengki, saling membenci, saling mencari kesalahan dan bersaing dalam penawaran, namun jadilah hamba-hamba Allah yang bersatu” (Riwayat Muslim)

Artinya: “Mencaci seorang muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekafiran” (Mutaffaq Alaih)

Allah Subhaanahu wata’ala berfirman, artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat:12)
Wanita muslimah tidak cukup hanya dengan muslimah saja, tetapi haruslah wanita muslimah yang sholihah karena banyak wanita muslimah yang tidak sholihah. Allah Subhaanahu wata’ala sangat memuji wanita muslimah, mu’minah yang sabar dan khusyu’. Bahkan Allah Subhaanahu wata’ala mensifati mereka sebagai para pemelihara yang taat. Allah Subhaanahu wata’ala berfirman:

Artinya: “Maka wanita yang sholihah adalah yang taat, lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah menjaga mereka.” (QS. An Nisa’:34)

Wanita shalihah adalah idaman setiap orang. Harta yang paling berharga, sebaik-baik perhiasan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: ”Dunia seluruhnya adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang sholihah.”

KONVERSI AGAMA


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Konversi Agama.
Konversi agama dapat di artikan dengan berubah agama ataupun masuk agama. Untuk memberi gambaran yang telah mengena tentang maksud kata-kata tersebut perlu etimologis. dengan pengertian berdasarkan asal katayang jelas.[1]
Ditemukan beberapa pendapat tentang pengertian konversi agama antara lain : Max Heirich mengatakan bahwa konversi agama adalah suatu tindakan dimana seseorang atau sekelompok orang masuk atau pindah kesuatu sistem kepercayaan atau perilaku yang berlawanan dengan kepercayaan sebelumnya. Menurut pendapat Walter Houston Clark dalam bukunya, mengatakan bahwa konversi agama adalah suatu macam pertumbuhan atau perkembangan spiritual yang mengandung suatu perubahan arah.[2]

B.    Pengertian Konversi agama
            Konversi agama adalah istilah yang pada umumnya diberikan untuk proses yang menjurus pada penerimaan suatu sikap keagamaan; proses itu bisa terjadi secara berangsur-angsur atau secara tiba-tiba.[3] Pengertian konversi agama menurut etimologi konversi berasal kata lain “Conversio” Yang berarti:tobat, pindah, dan berubah (agama). Selanjutnya, kata tersebut dipakai dalam kata Inggris Conversion yang mengandung pengertian: berubah dari suatu keadaan atau dari suatu agama ke agama lain (change from one state, or from one religion, to another).
            Berdasarkan arti kata-kata tersebut dapat disimpulkan bahwa konversi agama mengandung pengertian: bertobat, berubah agama, berbalik pendirian terhadap ajaran agama atau masuk ke dalam agama (menjadi panderi). Max Heirich mengatakan bahwa konversi agamaadalah suatu tindakan di mana seseorang atau sekelompok orang masuk atau berpindah ke suatu sistem kepercayaan atau perilaku berlawanan dengan kepercayaan sebelumnya.

C.    Proses Konversi Agama
Dalam membicarakan proses terjadinya konversi agama, sebenarnya sukar untuk menentukan satu garis, atau satu rentetan proses yang akhirnya membawa kepada keadaan keyakinan yang berlawanan dengan kenyakinannya yang lama. Proses yang dilalui oleh orang-orang yang mengalami konversi, berbeda antara yang satu dengan yang lainnya, berlainan sebab yang mendorongnya dan bermacam pula tingkatnya, ada yang dangkal, sekedar untuk dirinya saja dan ada pula yang mendalam disertai dengan kegiatan agama yang sangat menonjol sampai kepada perjuangan mati-matian,ada yang terjadi dalam sekejab mata dan ada pula yang berangsur-angsur. Namun dapat dikatakan, bahwa tiap-tiap konversi agama itu melalui proses-proses jiwa sebagai berikut:
1.      Masa tenang pertama, masa tenang sebelum mengalami konversi, dimana segala sikap, tingkah laku dan sifat-sifatnya acuh tak acuh menentang agama.
2.      Masa ketidaktenangan, konflik dan pertentangan batin berkecamuk dalam hatinya, gelisah, putus asa, tegang, panik dan sebagainya, baik disebabkan oleh moralnya, kekecewaan atau oleh apapun juga.
3.      Peristiwa konversi itu sendiri setelah masa goncang itu mencapai puncaknya, maka terjadilah peristiwa konversi itu sendiri.
4.      Keadaan tentram dan tenang. Setelah krisis konversi lewat dan masa menyerah dilalui, maka timbullah perasaan atau kondisi jiwa yang baru, rasa aman damai dihati, tiada lagi dosa yang tidak diampuni Tuhan. Tiada kesalahan yang patut disesali, semuanya telah lewat, segala persoalan menjadi enteng dan terselesaikan.[4]
5.      Ekspresi konversi dalam hidup. Tingkat terakhir dari konversi itu adalah pengungkapan konversi agama dalam tindak tanduk, kelakuan, sikap dan perkataan, dan seluruh jalan hidupnya berubah mengikuti aturan-aturan yang diajarkan oleh agama. Maka konversi yang diiringi dengan tindak dan ungkapan-ungkapan konkret dalam kehidupan sehari-hari, itulah yang akan membawa tetap dan mantapnya perubahan keyakinan tersebut.[5]
Sebagai contoh dapat kita ambil dari sejarah perjuangan pemimpin-pemimpin agama yang terkenal antara lain seperti: khalifah Umar bin Khattab.
            Bagi orang Islam yang mengenal sejarah Islam, tentunya tidak akan asing baginya riwayat Umar bin Khattab sebelum dan sesudah masuk Islam, secara ringkas akan kita ikuti Umar, sebagai seorang yang mengalami konversi agama dalam bentuk yang sangat exstrem. Perubahannya sangat besar, terjadi dengan tiba-tiba, seolah-olah tidak ada peroses jiwa, yang mendahuluinya. Fase-fase konversi yang dilalui adalah sebagai berikut:
            Umar adalah seorang bangsawan arab yang terkenal berani, keras, kasar, pantang kalah dalam perkelahian, pintar bicara, pandai main dan selalu memperlihatkan kekuatan dan kebengisannya. Setiap orang di kota mekkah takut kepadanya.
            Ketika Nabi Muhammad saw.mulai secara sembunyi-sembunyi menyiarkan ajaran Islam kepada sahabat-sahabatnya yang terdekat, Umar telah mendengarnya. Ia ingin menghentikan seruan nabi Muhammad itu, akan tetapi, tempat Muhammad dan sahabat-sahabatnya tidak diketahuinya.
            Pada suatu hari, dalam perjalanan pulang dari berburu, Umar bermaksud akan langsung mencari Muhammad dan membunuhnya. Ketika sampai di kota, orang yang pertama kali bertemu dengan dia adalah suami adiknya, yang telah masuk Islam. Umar bertanya,”Dimana Muhammad?”matanya tampak berapi-api. Lalu dijawabnya,”Buat apa Muhammad Tuan cari?”
            Umar terkejut mendengar pertanyaan adik iparnya itu, sambil menjawab,”saya memerlukannya, akan saya bunuh supaya ia berhenti dari perbuatan mengembangkan keyakinan yang baru itu.”
            Iparnya menjawab lagi,”Apakah Tuan ingin membunuh orang yang baik yang yang berusaha memperbaiki segala kebobrokan ini dan membawa manusia kepada jalan yang benar?”
            Umar marah marah mendengar jawaban adik iparnya,serta menanyakan,”Apakah engkau juga sudah menjadi pengikut Muhammad?”
            Tanpa ragu-ragu dia menjawab,”Ya.”
            Umar semakin marah dan langsung menghenus pedang, serta maju menyerang. Iparnya membela diri dan menghindari pedang Umar sambil berkata,”Tuan menyerang aku, sedang adik Tuan sendiri(istrinya) juga telah menjadi pengikut Muhammad.”
            Dia merasa terkejut mendengar bahwa adiknya sudah menjadi pengikut Muhammad pula, iparnya itu ditinggalkannya dan langsung menuju rumah adiknya. Waktu sampai di pintu, terdengar olehnya adiknya sedang membaca Al-Qur’an. Pintu diketoknya dengan keras. Begitu pintu terbuka, Umar menanyakan apakah betul adiknya telah menjadi pengikut Muhammad sambil memukulnya langsung.
            Adiknya menjawab,”Ya, saya ikuti dia, karena ada hal yang baik yang saya pelajari darinya.”
            Kemarahan Umar semakin bertambah mendengar jawaban itu, sehungga bertambah keras pula pukulannya, sampai adiknya luka-luka dan bajunya berlumuran darah.
            Melihat adiknya berlumuran darah itu, ia berhenti, dan bertanya:ápa yang tadi kedengaran oleh saya dari luar?”
            Kata adiknya,”Ayat Al-Qur’an.”
            “Mana dia? Perlihatkan kepadaku!” bentak Umar.
            Kata adiknya,”Tidak, engkau kotor, tidak boleh menyentuhnya, engkau harus mandi dulu sebelum menyentuhnya.”
“Baiklah,”kata Umar, ia pergi mandi. Setelah itu kembali kepada adiknya.Lalu Umar mengambil lembaran yang di tulis di atasnya ayat-ayat tadi, lalu di bacanya

 mÛ ÇÊÈ   !$tB $uZø9t“Rr& y7ø‹n=tã tb#uäöà)ø9$# #’s+ô±tFÏ9 ÇËÈ   žwÎ) ZotÅ2õ‹s? `yJÏj9 4Óy´øƒs† ÇÌÈ   WxƒÍ”\s? ô`£JÏiB t,n=y{ uÚö‘F{$# ÏNºuq»uK¡¡9$#ur ’n?ãèø9$# ÇÍÈ
1. Thaahaa
2. Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu mendapat kesusahan.
3. Tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut kepada Allah.
4. Diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi.

(Al-Qur’an, Surah Taahaa,1-4)[6]
            Setelah dibacanya ayat-ayat itu, dia diam sebentar, kemudian menanyakan,”Dimana Muhammad?”
            Adiknya lalu menunjukkan tempat berkumpulnya Muhammad dan juga sahabat-sahabatnya, dan Umar pun langsung menuju ke tempat itu.
            Begitu pintu terbuka, Umar langsung menuju Muhammad. Muhammad memegangnya sambil berkata:”wahai Umar, belum datangkah masanya bagimu untuk beriman?”
            Umar menjawab,”Ya, sekarang saya percaya bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan engkau rasul-Nya.”
            Semua sahabat yang hadir terharu mendengar pengakuan Umar yang tidak disangka-sangka itu, dan mereka serentak membaca Allahu Akbar.
            Proses konversi agama pada Umar terjadi dalam sekejab mata, hanya karena mendengar ayat-ayat Al-Qur’an yang mengubah hatinya.

            Contoh yang lain yaitu konvesi agama yang terjadi pada Fudail bin Aiyat
           
Dalam membicarakan konversi agama yang terjadi secara tiba-tiba, dan kemudian menjadi pemimpin dan pembela keyakinan yang baru, sehingga ia pun terkenal sebagai seorang pemimpin yang istimewa. Kita tidak dapat melewatkan kisah hidup”Fudail bin Aiyat” yang hidup di zaman Harun Al-Rasyid.
Fudail pada permulaan hidupnya adalah seorang penjahat, suka mencuri dan merampok. Setiap malam ia pergi beroperasi. Pada suatu malam ia inginmelakukan operasinya, akan mencuri pada sebuah rumah yang bertingkat tinggi. Ia memanjat naik keatas loteng rumah itu, setelah sampai diatas loteng, ia mengintip ke bawah, terlihat olehnya seorang wanita yang sedang membaca Al-Qur’an dengan suara yang sayup-sayup sampai. Didengarnya suara tersebut baik-baik, kebetulan (ayat 16, surat Al-Hadid).
* öNs9r& Èbù'tƒ tûïÏ%©#Ï9 (#þqãZtB#uä br& yìt±øƒrB öNåkæ5qè=è% ̍ò2Ï%Î! «!$# $tBur tAt“tR z`ÏB Èd,ptø:$# Ÿwur (#qçRqä3tƒ tûïÏ%©!$%x. (#qè?ré& |=»tGÅ3ø9$# `ÏB ã@ö6s% tA$sÜsù ãNÍköŽn=tã ߉tBF{$# ôM|¡s)sù öNåkæ5qè=è% ( ׎ÏWx.ur öNåk÷]ÏiB šcqà)Å¡»sù ÇÊÏÈ  
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, supaya hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya. Kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.”

            Selesai satu ayat itu didengarnya, ia meluncur turun dan pulang ke rumahnya, rencana jahatnya semula diurungkannya.
            Sesudah peristiwa pada malam itu, ia tertarik untuk masuk Islam dan mempelajari ajaran Islam dengan tekun. Sampai akhirnya ia menjadi seorang ahli tasawuf yang terkenal di zaman pemerintahan Harun Al-Rasyid itu, masalah dunia tidak pernah dipikirkannya lagi, harinya dihabiskan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.[7]
Jadi Konversi agama menyangkut perubahan batin seseorang secara mendasar. Proses konversi ini dapat diumpamakan seperti proses pemugaran sebuah gedung, bangunan lama dibongkar dan pada tempatyang sama didirikan bangunan baru yang lain sama sekali dari bangunan sebelumnya. Demikian pula seseorang atau sekelompok yang mengalami proses konversi agama ini. Segala bentuk kehidupan batinya yang semula mempunyai pola tersendiri berdasarkan pandangan hidup yang dianutnya (agama) maka setelah terjadi konversi agama pada dirinya secara spontan pula lama ditinggalkan sama sekali.
            Sebagai hasil dari pemilihannya terhadap pandangan hidup itu maka bersedia dan mampu untuk membaktikan diri kepada tuntutan-tuntutan dari peraturan ada dalam pandangan hidup yang dipilihnya itu berupa ikut partisipasi secara penuh. Makin kuat keyakinan terhadap kebenaran pandangan hidup itu akan semakin tinggi pula nilai bakti yang diberikan.
M.T.L.Penindo berpendapat, bahwa konversi agama mengandung dua unsur yaitu:
a.       Unsur dari dalam diri (endogenos origin) yaitu proses perubahan yang terjadi dalam diri seseorang atau sekelompok. Proses ini terjadi menurut gejala psikologis yang bereaksi dalam bentuk hancurnya struktur psikologis yang lama dan sering dengan proses tersebut muncul pula struktur psikologis baru yang dipilih.
b.       Unsur dari luar (exogenos origin) yaitu proses perubahan yang berasal dari luar diri atau kelompok,sehingga mampu menguasai kesadaran orang atau kelompok yang bersangkutan. Kekuatan yang dating dari luar ini kemudian menekan pengaruhnya terhadap kesadaran,mungkin berupa tekanan, sehingga memerlukan penyelesaian oleh yang bersangkutan.

            Kedua unsur tersebut kemudian mempengaruhi kehidupan batin untuk aktif berperan memilih penyelesaian yang mapu memberikan ketenagan batin kepada yang bersangkutan. Jadi, disini terlihat adanya pengaruh motivasi dari unsure tersebut terhadap batin. Jika pemilihan tersebut sudah serasi dengan kehendak batin maka akan terciptalah suatu ketenangan. Jika proses konversi itu diteliti dengan seksama maka baik hal itu terjadi oleh unsur luar ataupun unsur dalam ataupu individu atau kelompok, akan ditemui persamaan.

D.    Faktor yang Menyebabkan Terjadinya Konversi Agama  
            Dalam buku tersebut diuraikan pendapat dari para ahli yang terlibat dalam displin ilmu, masing-masing mengemukakan pendapat hanya konversi agama disebabkan fakror yang cenderung didomonasikan oleh lapangan ilmu yang mereka tekuni. Para ahli agama menyatakan,bahwa yang menjadi faktor pendorongan terjadinya konversi agama adalah petunjuk ilahi. Pengaruh supernatural berperan secara dominan dalam proses terjadinya konversi agama pada diri seseorang atau sekelompok.
Para ahli sosiologi berpendapat, bahwa yang menyebabkan terjadinya konversi agama adalah pengaruh social. Pengaruh sosial yang mendorong terjadinya konversi itu terdiri dari adanya berbagai faktor antara lain:
1)      Pengaruh hubungan antar pribadi baik pergaulan yang bersifat keagamaan maupun nonagama (kesenian, ilmu pengetahuan ataupun bidang kebudayaan yang lain)
2)      Pengaruh kebiasaan yang rutin.
Pengaruh ini dapat mendorong seseorang atau kelompok untuk berubah kepercayaan dilakukan secara rutin hingga terbiasa, misalnya: menghadiri upacara keagamaan, ataupun pertemuan-pertemuan yang bersifat keagamaan baik pada lembaga formal, ataupun nonformal.
3)      Pengaruh anjuran atau propaganda dari orang-orang yang dekat misalnya: karib, keluarga, family, dan sebagainya.
4)      Pengaruh pemimpin keagamaan
Hubungan yang baik dengan pemimpin agama merupakan salah satu faktor pendorong konversi agama.
5)      Pengaruh kumpulan yang berdasarkan hobi.
Perkumpulan yang dimaksud seseorang berdasarkan hobinya dapat pula menjadi pendorong terjadinya    konversi agama.
6)      Pengaruh kekuasaan pemimpin
Yang dimaksud di sini adalah pengaruh kekusaan pemimpin berdasarkan kekuatan hukum. Masyarakat umumnya cenderung menganut agama yang dianut oleh kepala negara atau raja mereka (Cuius regio ilius est relegio).
Masalah-masalahnya yang menyangkut terjadinya konversi agama tersebut berdasarkan tinjauan para psikologi adalah berubah pembebasan diri dari tekanan batin.
     


Faktor yang melatarbelakanginya timbul dari dalam diri (intern) dan dari lingkungan (ekstern)
a.       Faktor Intern, yang ikut mempengaruhi terjadinya konversi agama adalah:
(1)   Kepribadian
(2)   Faktor pembawaan.
b.      Faktor Ekstern (faktor luar diri)
Diantara faktor luar yang mempengaruhi terjadinya konversi agama adalah:
1.      Faktor keluarga, keretakan keluarga, ketidakserasian, berlain agama, kesepian, kesulitan seksual, kurang mendapatkan pengakuan kaum kerabat, dan lainnya.
2.      Lingkungan tempat tinggal
Orang yang merasa terlempar dari linkungan tempat tinggal atau singkiran dari kehidupan di suatu tempat merasa dirinya hidup sebatang kara. Keadaan yang demikian menyebabkan seseorang mendambakan ketenagan dan mencari tempat untuk bergantung hingga kegelisahan batinnya hilang.
3.      Perubahan status
Perubahan status, terutama yang berlangsung secara mendadak akan banyak mempengaruhi terjadinya konversi agama, misalnya: perceraian, ke luar dari sekolah atau perkumpulan, perubahan pekerjaan.kawin dengan orang yang berlainan agama, dan sebagainya.
4.      Kemiskinan
Kondisi social ekonomi yang sulit juga merupakan faktor yang mendorong dan mempengaruhi terjadinya konversi agama. Masyarakat awam yang miskin cenderungan untuk memeluk agama yamh menjanjikan kehiupan dunia yang lebih baiik.Kebutuhan mendesak akan sandang pangan dapat mempengaruhi.

            Para ilmu pendidikan berpendapatan bahwa konversi agama dipengaruhi oleh kondisi pendidikan. Penelitian ilmu sosial menampilkan data dan argumentasi, bahwa suasana pendidikan ikut mempengaruhi konversi agama. Walaupun belum dapat dikumpulkan data secara pasti tentang pengaruh lembaga pendidikan terhadap konversi agama, namun berdirinya sekolah-sekolah yang bernaung dibawah yayasan agama tentunya mempunyai tujuan keagamaan pula.
            Dalam uraian William James berhasil meneliti pengalaman berbagai tokoh yang mengalami konfersi agama menyimpulkan sebagai berikut:
1.      Konversi agama terjadi karena suatu tenaga jiwa yang menguasai pusat kebiasaan seseorang sehingga pada dirinyua muncul persepsi baru, dalam bentuk suatu ide yang bersemi secara mantap.
2.      Konversi agama dapat terjadi oleh karena suatu krisis ataupun secara mendadak (tanpa suatu proses)
Berdasaran gejala tersebut maka konversi agama dibagi menjadi 2 tipe yaitu:
1.      Tipe volitional (perubahan bertahap), konversi agama tipe ini terjadi secara berproses sedikit demi sedikit, sehingga menjadi seperangkat aspek dan kebiasaan rohaniah yang baru. Konversi yang demikian itu sebagian besar terjadi sebagai suatu proses perjuangan batin yang inggin menjauhkan diri dari dosa karena ingin mendatangkan suatu kebenaran.

2.      Tipe self-surrender (perubahan drastic), konversi agama tipe ini adalah konversi yang terjadi secara mendadak. Seseorang tanpa mengalami suatu proses tertentu tiba-tiba berubah pendirianya terhadap suatu agama yang dianutnya. Perubahan ini pun dapat terjadi dari kondisi yang tidak taat menjadi lebih taat, dari tidak percaya kepada suatu agama kemudian menjadi percaya dan sebagainya. Pada konversi tipe kedua ini Wiliam James mengakui adanya pengaruh petunjuk dari yang maha kuasa terhadap seseorang, karena gejala konversi ini terjadi dengan sendirinya pada diri seseorang sehingga ia menerima kondisi yang baru dengan penyerahan jiwa sepenuhnya. Jadi, ada semacam petunjuk (hidayah) dari Tuhan.


KESIMPULAN
    
              Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa konversi agama adalah berubahnya agama seseorang ke agama lain, yang disebabkan dari berbagai faktor, faktor intern (dari dalam diri) kepribadian faktor pembawaan.
              Secara pisikologi tipe kepribadian tertentu akan mempengaruhi kehidupan jiwa seseorang, dan faktor pembawaan kondisi yang dibawa berdasarkan urutan kelahiran itu banyak mempengaruhi terjadinya konversi agama. Jika faktor dari ekstern (dari luar diri), seperti :
              Faktor keluarga, keterangan keluarga, ketidak serasian, berlainan agama menyebabkan seseorang akan mengalami tekanan batin, sehingga terjadi konversi agama. Faktor lingkungan tempat tinggal,orang yang merasa tersinggir dari tempat tinggalnya ia akan merasa dirinya hidup sendiri dan mencari tempat bergantung dari kegelisahan hatinya agar mendapat ketenangan, faktor perubahan setatus mendadak, faktor kemiskinan seperti kondisi pengaruh social ekonomi yang sulit juga meruakansalah satu factor yang mendorong terjadinya konversi agama, Jadi banyak hal yang dapat mempengaruhi seseorang untuk melakukan konversi agama.








DAFTAR PUSTAKA

-Jalaludin, pisikologi Agama : PT. Raja Grafindo persada, Jakarta, cet 6: 2002
-Jalaludin, psikologi Agama, Jakarta: Rajawali Pers, 2010,
- Robert H. Thouless, Pengantar Psikologi Agama,Jakarta:Rajawali,1992,
-Zakiah Daradjat, Ilmu Jiwa Agama,Cet.ke-17, Bulan Bintang:Jakarta, 2010


[1] Jalaluddin, Pisikologi Agama (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2002). Hal.265
[2] Ibid. hal. 266
[3] Robert H. Thouless,Pengantar Psikologi Agama,Jakarta:Rajawali,1992.h.189
[4] Zakiyah Daradjat, Ilmu Jiwa Agama,2010, Jakarta: Bulan Bintang, h.162
[5] Ibid ,h.163
[6] Zakiyah Daradjat, Ilmu Jiwa Agama,2010, Jakarta: Bulan Bintang, h.174
[7]  Zakiyah Daradjat, Ilmu Jiwa Agama,2010, Jakarta: Bulan Bintang, h.178